Blognya Mr.Sigit

PENDIDIKAN BHS DAERAH,PERLUKAH?

Sampai saat ini pendidikan bhs daerah belum sepenuhnya mendapatkan tempat di sekolah tingkat dasar,baik itu bahasa jawa,sunda,madura ,Padang ,Ambon dll.terutama di sekolah yg bertitel sekolah unggulan dan sekolah terpadu yg berkonsentrasi ke teknologi. Saya coba kemukakan ttg pendidikan bhs Jawa terutama.Beberapa tahun lalu di sebuah media cetak pernah ada ulasan ttg kekhawatiran akan hilangnya bhs banyumasan dan rumpunnya krn mereka malu mengunakan bahasanya.Wajar krn utk telinga orang diluar daerah tsb akan kedengaran lucu. Padahal di acara sinetron atau yg lain di TV penggunaan bahasa madura ,sunda,Jawa(timur & tengah),Padang ,batak,Maluku dll banyak dipake untuk mendongkrak ratingnya.Kita harus bangga sebenarnya ,tidak perlu malu.Sekarang anak2 kecil sudah pake bhs Indonesia dlm sehari2nya dan itu bagus.Tapi apakah kita tdk sadar akan akibat yg timbul nantinya jika mereka sdh tdk kenal bhs daerahnya.Sebenarnya nasionalisme bisa mulai terbentuk dg penggunaan bhs daerahnya.Bhs indonesia wajib dipake jika memang itu hrs dipake pada saat situasi,kondisi dan lingkungan yg sesuai.Selain itu juga berpengaruh pada pembentukan watak seseorang,misalnya jika berkumpul dilingkungan yg universal ditanya dari daerah mana kita berasal,krn malu dg bhs daerahnya maka kita akan malu malu bahkan bisa berbohong dg berasal dari daerah lain karena malu tadi.Satu poin kita dapatkan yaitu kebohongan sudah terjadi.Ada lagi misalnya kalo ditanya kita malah bingung karena mau terus terang ketemunya malu lagi mengakui daerah asalnya.Satu poin lagi kita dapatkan yaitu menjadikan orang plin plan ga punya pendirian.

 Menurut saya justru pendidikan bhs daerah perlu ditingkatkan agar anak cucu kita bangga dengan bhs daerahnya sendiri.Satu hal lagi pendidikan bhs daerah ditekankan pada kebanggaan dan semangat nguri-uri (melestarikan budaya),jgn hanya sebagai pelengkap saja acara pelajaran di sekolah. Sekolah yg berwawasan IT sebaiknya jgn menganak tirikan pendidikan bhs daerah,setidaknya diberi porsi yang cukup. Apa jadinya kalo anak cucu kita ga tahu bhs daerahnya sendiri,apa mereka nanti perlu belajar bhs Jawa ke Belanda atau ke Australia?. Seorang warga negara australia baru2 ini menjadi WNI dan dianugerahi gekar bangsawan dari keraton yogyakarta karena belajr jadi dalang dan sekarang sudah jadi dalang dg pake bhs jawa.Belum lagi ada Waranggono(Sinden) dari jepang,amerika dll. Kita tentu pernah lihat di Tv ada sinden bule yg jadi WNI sekarang domisili di Malang .Kesimpulan saya pendidikan bhs daerah masih sangat perlu di sekolah-sekolah.Kita akan bangga jika anak cucu kita pandai bhs Jawa atau bhs daerah lainnya plus bhs Perancis ,Inggris dan tentunya bhs Indonesia yng baik dan benar.Jangan mengesampingkan pendidikan bhs daerah.Salam

4 Tanggapan to "PENDIDIKAN BHS DAERAH,PERLUKAH?"

5jIbwB tafsivipxpzw, [url=http://bmtpaqvqnoqn.com/]bmtpaqvqnoqn[/url], [link=http://pfxiitkfkkgg.com/]pfxiitkfkkgg[/link], http://sksurpidgeaj.com/

‘ BAHASA DAERAH JAWA BAHASA YANG ADI LUHUNG ”

Alhamdhulillah, puji syukur kehadhirat Tuhan Yang Maha Esa dan terimakasih untuk Mr. Sigit yang sudah memberikan tanggapan bagaimana nguri-nguri bhs daerah Jawa yang merupakan salah satu budaya bangsa ” ADI LUHUNG.”

Kita bangsa Indonesia, utamanya suku Jawa jangan sampai terlena, utamanya pemangku kepentingan di dunia pendidikan. bahwa di sekolah, bhs daearah masuk pada mata pelajaran Muatan Lokal yang harus dan wajib diajarkan. Hal ini sesuai dengan UU RI No.20 tahun 2003, ayat 37 pasal : 1, ayat 38 pasal : 2, PerMen No. 22 tahun 2005, tentang Standart Isi dan PerMent No.19 tahun 2005 tentang SNP. Pada peraturan tersebut sudah jelas diuraikan. Pada tujuan umum dan khusus serta latar belakang peraturan tersebut dibuat.
Seandainya pelajaran Mulok Bahasa Daerah Jawa dapat disajikan pada pesrta didik oleh semua guru yang ada pada daerah yang masyarakatnya menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa ibu, dan pelaksanaan pembelajaranya mengimplikasikan Pendidikan Karakter yang sudah saya awali dengan melempar pertanyaan, dengan harapan untuk dapat didiskusikan, seperti yg saya lempar dalam : ” blogspot dwijapurna.com ” tgl. 16 Juli 2010.
Dasar pemikiran dari UU RI No.20 tahun 2003 tentang SisdikNas pasal 3, yang menyebutkan bahwa; pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradapan bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Dan tujuan Pendidikan Nasional …..dst. Apabila hal tersebut berhasil, maka, Kita memiliki SDM yang berkualitas, beradap, santun dalam bergaul serta mampu ber interaksi dengan masyarakat luas dan mampu bersaing dalam percaturan dunia. Namun kalau tidak… wah !…apa jadinya. Bayangkan bila sesorang yang memiliki kemampuan tinggi, tapi tidak memliki karakter terpuji, tidak memiliki akhlag mulia dan tidak santun dalam berinteraksi. Agar hal tersebut tidak terjadi, salah satu CARA adalah dengan melestarilan dan melaksanakan Pendidikan Bahasa daerah ( Jawa, Sunda, Batak, Bali dsb.) Khusus untuk bahasa daerah Jawa yang didalamnya memuat kawruh basa, unggah ungguhing basa yang mengandung pendidikan tatakrama, paramasastra, kasusatran Jawa dan lain lain. Maka marilah kita bersama sama nguri-nguri BAHASA DAERAH JAWA yang ADI LUHUNG ini, utamanya untuk suku Jawa. Hal tersebut berdasarkan hasil penelitian dari ALI IBRAHIM AKBAR, 2000, yang dinyatakan bahwa; kesuksesan seseorang tidak hanya semata mata ditentukan oleh kemampuan PENGETAHUAN dan kemampuan TEHNIS ( hard skill ) saja, tetapi dapat ditentukan juga oleh kemampuan dalam MENGELOLA DIRI dan ORANG lain ( soft skill ). Penelitian ini mengungkapkan, kesuksesan seseorang ditentukan 20 % di tentukan oleh HARD SKILL dan 80 % oleh SOFT SKILL. Kesimpulannya, untuk sukses pengaruh terbesar DITENTUKAN oleh kemampuan HARD SKILL. Orang yang sukses, karena dia mampu mengelola dirinya dan mengelola orang lain secara bersama-sama dalam mencapai suatu tujuan tertentu. Hal ini sebagai isyarat bahwa pendidikan karakter juga sangat penting.

HIMBAUAN : Buat blog sebagai sarana melestarikan dan nguri-nguri bahasa daerah Jawa. bergabunglah dengan ” dwijapurna ” bagi pemangku pendidikan yang sudah purna tugas. Hal tersebut untuk mengisi waktu kosong dari pada bengong. Dan yang penting amal Ilmu yang maanfaat sebagai amal shaleh. Kalau Allah menghendaki dapat kita jadikan salah satu kunci masuk ke pintu surganya Allah Swt.

Salam untuk Mr.Sigit. Mari bersama untuk nguri nguri bahasa daerah Jawa. untuk yang anda sampaikan dan contoh di TV merupakan realita, yang tidak dapat diungkiri. Ungah ungguh dalam adat jawa tidak ada anak yang berani membentah orang yang lebih tua yang patut kita hargai dan hormat, lebih-lebih kepada Orang Tua kita. Bercakapun dengan menggunakan bahasa percakapan dalam materi ungah ungguhing basa dalam bahasa jawa sudah di tentukan. Ukara( kalimat) mana yang tepat yang digunakan untuk mengungkapkan isi hati kepada orang tua, adik, kakak atau orang lain yang patut kita hormati.
Contoh : Krama inggil, krama andap, krama madya, ngoko, ngoko andap, ngoko madya dan basa kedhaton masing masing pengunaanya berbeda. Untuk siapa kepada siapa dan atau unggah ungguhing basa mana yang tepat yang digunakan untuk anak ke orang tua dan orang tua ke anak, sedangkan untuk bawahan ke atasan basa nama yang tepat dan sebaliknya atasan ke bawahan basa yang SOPAN dan SANTUN.

SAPTA PUNGKASAN, EKA MUKSA

Terima kasih Pak Tandojo,tanggapan anda sungguh membesarkan hati saya krn saya sdg berjuang utk mendidik anak2 saya berbahasa jawa dg baik ,walaupun saya bkn pendidik tapi sya berniat untuk mengajarkannya. Memang benar dlm struktur bhs jawa (Jateng & DIY utamanya) terkandung nilai2 budipekerti yang luhur,apabila itu di pelajari dan diterapkan tentu sangat baik untuk membentuk mental dan perilaku yang sopan dan beradat. sekali lagi saya ucapkan terima kasih utk pak Tandojo,Spd

HALLO………… Mr SIGIT….
Lama kita tidak jumpa bagaimana beritanya sehat-sahat …..
Belajar pada hakekatnya merubah dari tidak bisa menjadi bisa. dari tidak tahu menjadi tahu dan selanjutnya mau memahami serta trampil menggunakan dalam kehidupan sehari-hari. jalan terus dlm mendidik putra putri anda. tapi sayang kenyataan dalam kehidupan saya, lingkungan masyarakat diseitar saya setiap hari menggunakan bhs daerah Madura. anak saya banyak terpengaruh oleh bhs daerah Madura. Anak cucuku mulai sulit dapat menggunakan bhs Jawa. Manum hal tersebut saya ambil hekmahna. Kekayaan budaya jadi tambahan pengetahuan mereka. Bhineka Tunggal Eka kita junjung di Negri tercinta Indonesia

Salam untuk keluarga…………

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

 

Mei 2012
S S R K J S M
« Feb    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Tulisan Teratas

  • Tidak ada

Kategori

Blog Stats

  • 1,572 hits

Klik tertinggi

  • Tidak ada

Pengarang

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.